Saturday, May 26, 2012

Tugas 3 Softskill

Nama   : Erika
Npm    : 20208449
Kelas   : 4eb13

Neraca Pembayaran


Surplus / Defisit Neraca Perdagangan Barang

Surplus neraca perdagangan barang pada Tw. I-2012 turun menjadi USD3,5 miliar dari sebelumnya USD6,4 miliar. Berkurangnya surplus neraca perdagangan barang tersebut akibat surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih kecil dan deficit neraca perdagangan migas yang membesar. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada triwulan laporan menyusut karena penurunan ekspor yang lebih dalam dibanding penurunan impor. Ekspor nonmigas pada triwulan laporan turun 6,6% (q.t.q) akibat permintaan eksternal yang belum pulih dan turunnya harga komoditas nonmigas, sementara impor nonmigas (f.o.b) hanya turun 2,1% (q.t.q). Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, impor nonmigas (f.o.b) tumbuh 19,1% (y.o.y) sejalan dengan permintaan domestik yang tetap tinggi, jauh lebih cepat dibanding ekspor nonmigas yang hanya tumbuh sebesar 3,6% (y.o.y).

Grafik Neraca Perdagangan Non Migas












Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat dari USD93 juta pada Tw. IV-2011 menjadi USD1,0 miliar terutama akibat melebarnya deficit neraca perdagangan minyak menjadi sebesar USD5,4 miliar. Bertambahnya defisit neraca perdagangan minyak tersebut dipicu oleh peningkatan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan BBM domestik di saat ekspor minyak berkurang seiring menurunnya produksi minyak nasional. Sementara, surplus neraca perdagangan gas sedikit meningkat terutama karena pengaruh harga gas yang lebih tinggi.

Grafik Neraca Perdagangan Migas












Kinerja neraca perdagangan barang juga dapat dilihat berdasarkan pengelompokan lima jenis barang berikut: (1) barang dagangan umum, (2) barang untuk diolah, (3) barang yang diperbaiki, (4) barang yang diperoleh di pelabuhan oleh sarana pengangkut, dan (5) emas nonmoneter. Surplus neraca perdagangan barang terutama disumbang oleh kelompok barang dagangan umum yang mencatat surplus sebesar USD2,7 miliar pada triwulan laporan, lebih rendah disbanding periode sebelumnya sebesar USD5,2 miliar. Sementara itu, kelompok barang yang diperbaiki mencatat defisit di triwulan laporan sebesar USD252 juta.

Neraca Perdagangan Barang menurut Pengelompokan BPM5


Wednesday, April 11, 2012

Tugas 2 softskill

Nama : Erika
NPM : 20208449
Kelas : 4eb13

KASUS LC

BANK BNI kembali dilanda skandal Letter of Credit (L/C), yang menghebohkan. Seperti diberitakan berbagai media, Bank plat merah tersebut berpotenti mengalami kerugian senilai Rp 1, 7 triliun akibat pemberian fasilitas kredit ekspor L/C kepada tiga pengusaha lokal. Kasus berawal dari pemberian fasilitas kepada para pengusaha eksportir kuarsa dan residu minyak . Para pengusaha tersebut menerima permintaan barang dengan jaminan L/C yang diterbitkan oleh bank- bank di luar negeri.
Masih segar dalam ingatan kita tentang kasus L/C Bank BNI yang melibatkan Texmaco beberapa waktu lalu senilai Rp. 9,8 triliun. Tak salah juga bila ada orang menjuluki bank BNI sebagai spesialis Bank yang mudah dibobol dengan skema L/C. Skandal yang terjadi di tahun 1999 itu hampir membuat Bank BNI kolaps Menteri Negara BUMN pun langsung bereaksi mengeluarkan kritiknya yang tajam terhadap direksi Bank BNI. Laksamana bahkan menilai bahwa penggantian direksi dapat menjadi keputusan untuk dipertimbangkan. Yang cukup mengherankan adalah reaksi yang datang dari direksi bank BNI sendiri.
Seperti yang diberitakan, Direksi menyayangkan pemberitaan mass media tentang kasus ini, yang dianggap menggangu strategi bank BNI sendiri dalam menyelesaikan kasus ini. Perlukah direksi Bank BNI segera diganti akibat kasus ini?. Siapa yang salah dalam kasus ini?

Penggunaan L/C
Skema yang digunakan dalam pembobolan BNI diawali dengan permintaan pembukaan L/C oleh para pengusaha yang diduga sebagai pembobol itu kepada bank – bank di luar negeri. Untuk menambah keyakinan bank BNI atas L/C yang akan dibuka ini, para pengusaha pun meminta bank – bank lain untuk melakukan confirmasi atau turut menjamin penerbitan L/C ini.
Berdasarkan L/C inilah kemudian perusahaan ini meminta Bank BNI mencairkan kredit ekspornya. Bank BNI tentu dengan mempertimbangkan kelayakan L/C tersebut berani memberikan kredit ekspornya. Apa yang terjadi kemudian adalah dana yang diperoleh dari kredit ekspor ini tidak digunakan untuk ekspor, bahkan digunakan untuk pembayaran utang–utang perusahaan itu. Dalam memberikan kredit ekspor tentu di samping melihat kualitas bank penerbit L/C, seharusnya Bank BNI menganalisa creditworthiness (kelayakan kredit) dari debitornya. Dari mulai meneliti barang yang akan diekspor sampai kompetensi debitor di dalam bisnis yang akan dibiayai.
Limit kredit cabang Kebayoran seperti diberitakan adalah sebesar Rp 1,5 miliar. Artinya pemberian kredit di atas jumlah tersebut harus dengan persetujuan Kantor wilayah atau Kantor Pusat. Agak mengherankan apabila kredit senilai Rp 1,7 triliun bisa dieksekusi di tingkat cabang. Pemberian kredit sebesar itu hampir dipastikan diketahui tidak hanya sekedar pejabat cabang. Di dalam praktik bank di mana pun, bagian yang melakukan proses approval ( persetujuan), analisa kredit, dan yang melaksanakan penerbitan LC adalah bagian- bagian yang terpisah. Sehingga keterlibatan banyak pihak adalah bagian inherent di dalam prosses pemberian kredit yang besar.

Tetapi kenapa yang segera diperiksa adalah para pejabat bank pada level pelaksana?.

Pertama, untuk alasan klise, yakni kepentingan kelangsungan bank BNI secara nasional, dikhawatirkan pemeriksaan terhadap direksi bank akan mengakibatkan para deposan resah yang pada gilirannya bisa melakukan rush terhadap dana bank.
Kedua, Direksi memiliki bargaining power yang secara otomatis lebih tinggi ketimbang pelaksana. Ketiga, memang pelaku kejahatan adalah pejabat pada level rendah. Untuk kasus ekspor fiktif, mengemplang uang jutaan dolar oleh debitor dengan scheme transaksi L/C berdasarkan pengalaman bukan perkara yang sulit, asalkan memiliki hubungan yang “khusus” dengan pihak bank. Sebagai contoh, debitor tinggal kongkalikong dengan penjual di luar negeri untuk menaikkan setinggi langit alias mark up harga barang yang akan diimpor.
Lalu atas dasar L/C yang dibuka oleh pembeli, eksportir kita mengajukan kredit ekspor ke bank . Dana yang diperoleh kemudian diinvestasikan dalam bentuk deposito. Pada saat jatuh tempo kewajiban L/C tinggal dibayar. Contoh yang lain seperti yang disinyalir terjadi di bank BNI ini. Kalau mengikuti aturan evaluasi kredit yang benar, tentu seharusnya bank tidak hanya menyandarkan keputusan pemberian kredit ekspor dalam fasilitas L/C kepada kemampuan membayar debitornya atau kepada Penjamin atas L/C itu.


Wewenang Direksi
Di dalam perbankan setidaknya ada dua tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh direksi bank. Pertama Bank harus menjaga kepentingan pemegang saham. Kepentingan pemegang saham umumnya menyangkut ekspektasi keuntungan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham, baik yang diperoleh dalam bentuk deviden maupun dalam bentuk capital gain. Dengan demikian Bank berkewajiban menjaga seluruh asset investasi dengan membuat kebijakan yang menjaga kelangsungan pertumbuhan dan stabilitas.
Kedua, Direksi bank bertanggung jawab menjaga kepentingan para deposannya. Artinya Direksi diharapkan dapat memberikan kepastian akan amannya dana para deposannya. Para depositor harus merasa yakin bahwa di samping bank memiliki kebijakan dan prosedur yang dapat memberikan rasa aman, juga para deposan percaya bahwa dananya dikelola oleh personel yang memilki integritas yang baik.
Kejadian pembobolan ini dapat dilihat di dalam konteks wewenang, tugas dan tanggung jawab direksi , yakni bahwa ada kegagalan dalam pemenuhan kedua ekspektasi di atas. Potensi kerugian sebesar Rp. 1,7 triliun akan mengurangi secara signifikan jumlah keuntungan yang akan diperoleh pemegang saham. Bayangkan dengan net income usaha perbanan sebesar 2 persen misalnya, untuk mengembalikan uang sejumlah Rp. 1,7 triliun ini, maka bank harus melempar kredit sebesar Rp. 85 triliun ( 2 persen x Rp.85 triliun = Rp. 1,7 triliun)!.
Dengan demikian hal ini menunjukkan Direksi Bank BNI tidak dapat memenuhi interest para pemegang saham. Begitu juga dengan ekspektasi para deposan. Kasus ini dapat menunjukkan betapa sistem pengendalian intern yang dimiliki oleh BNI patut dipertanyakan karena tidak dapat menangkap isyarat awal akan terjadinya skandal yang demikian besar secara hitungan rupiah.
Padahal di dalam ketentuan- ketentuan tentang prinsip kehati- hatian, risk management, dan compliance system yang dikeluarkan Bank Indonesia jelas- jelas disebut bahwa direksi bertanggung jawab atas tersedia dan terlaksananya system internal control yang mumpuni, identifikasi risiko setiap transaksi, dan terpenuhinya ketentuan- ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Respon Cepat
Melihat besarnya dana yang terlibat dan implikasi yang dapat ditimbulkan, Bank Indonesia seharusnya segera turun tangan. Lihat saja misalnya, di pasar modal, harga saham bank BNI langsung turun hampir mencapai 20 persen. Tanpa harus menunggu unexpected loss bagi perbankan dan stabilitas moneter betul- betul terjadi Bank Indonesia dapat mengirimkan tim khusus. Setidaknya untuk mengubah image masa lalu dalam menangani kredit ekspor fiktif, di mana BI amat mengecewakan.
Sementara pihak kepolisian jangan terhenti melakukan penyidikan atau penyelidikan karena menanggap bahwa negara tidak dirugikan secara materil karena para pengusaha nantinya bisa membayar kewajibannya.
Karena pembobolan bank dengan menggunakan scheme LC pembayaran kewajiban ini adalah merupakan bagian dari skema itu sendiri. Secara financial kerugian yang timbul tidak hanya terjadinya financial losses tapi juga hilangnya opportunity cost. Opportunity cost sendiri bukanlah perkara sembarangan. Seharusnya uang yang digunakanan untuk kredit fiktif itu betul- betul digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan ekspor negara kita yang amat vital perannya bagi pemulihan ekonomi yang tak kunjung tiba masanya ini.

Wednesday, March 28, 2012

Tugas 2

Nama : Erika
Npm :20208449
Kelas : 4eb13

4c
1. Customer solution
(solusi untuk pelanggan) artinya perusahaan berpandangan bahwa produk akan semakin bermakna apabila dapat memberikan solusi bagi atas masalah yang dihadapi pelanggannya.
2. Cost
(biaya dari sisi pelanggan) artinya perusahaan seharusnya melihat penetapan harga (price) sebagai suatu konsekuensi finansial secara total yang merupakan beban bagi pelanggan.
3. Convenient channel,
merupakan refleksi dari timbulnya bermacam-macam cara pelanggan membeli produk. Produsen tidak bisa hanya mengandalkan distributor konvensional, tetapi harus memberikan berbagai pilihan bagi konsumen dalam mendapatkan produk.
4. Communication,
interaksi yang bersifat dua atah merupakan revolusi besar dari bauran pemasaran (marketing mix) yang berkonotasi satu arah.

Contoh kasus:

Perusahaan Ajinomoto yang sempat menjadi pembicaraan di media cetak. Produk Ajinomoto ini pernah disinggung tentang halal atau nonhalal nya produk tersebut. Namun Perusahan Ajinomoto tetap optimis bahwa dimasa tersebut akan menuai keberhasilan dengan memakan waktu kurang lebih setahun lamanya. Walaupun di masa akan datang dia menyadari bahwa berat Ajinomoto telah melukai hati masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sehingga menimbulkan trauma, antara yang muslim dan yang non muslim jelas proporsinya jauh lebih besar yang muslim. Apalagi setelah ditinggal beberapa bulan pasarnya telah ditempati pesaing. Namun solusi yang telah dijalankan yaitu dengan mengiklankan status halal dan komunikasi langsung dengan team direct sales force yang telah berikan pelatihan.

Solusi Pemecahannya :
1. Memulihkan posisi pasar Ajinomoto namun memakan waktu yang lama.
• Akan memakan banyak biaya yang besar pula untuk commitment dari Pemegang Saham.
• Namun meskipun memerlukan banyak biaya tetapi pengguna tidak bisa menghamburkan.
2. Kuncinya adalah bukan lagi di market marketing communication namun advertising, public relation, publicity, and promotion citra yang tidak baik menjadi lebih baik untuk dibahas lagi. Namun seorang Mass Comunications genius akan mengkomunikasikan kembali produk Ajinmoto secara efektif dan popular. Tetapi jangan diberi bobot strategis yang berlebihan.
3. Keadan ekonomi yang parah dan semaikn parah merupakan saat baik untuk Ajinomoto merebut pasar asal market yang sangan price sensitive dan information sensitive. Maka para pesaing tidak bisa menandingi komitmen. Pemegang saham Ajinomoto untuk mengembalikan posisi Ajinomoto , paru paru pesaing tidak cukup besar untuk diajak menyelam begitu lama.
4. Lalu menjalankan di distribution strategi Ajinomoto.
Kuncinya adalah Kunci suksesnya adalah proses yang halal dan bahan baku proses juga harus halal, jangan setengah-setengah atau masih diperdebatkan. Memarketingkan kembali Ajinomoto akan lebih mudah kalau persoalan pokoknya bisa dituntaskan.
SIM adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem informasi manajemen bertujuan memenuhi kebutuhan informasi kepada manajer untuk smua perusahaannya dalam bentuk output maupun laporan berbagai simulasi.

Wednesday, March 14, 2012

Tulisan 1 Softskill

Nama : Erika
Kelas : 4eb13
Npm : 20208449

Transaksi internasional

Transaksi internasional adalah aktivitaspertukaran barang, jasa, atau aset yangmengandung nilai ekonomi antarapenduduk suatu negara dengan penduduknegara lain

Prinsip-prinsip Akuntansi Neraca Pembayaran
Transaksi kredit dan debet
• Setiap transaksi yang mengakibatkan suatu pembayaran kepada pihak luar negeri akan tercatat masuk ke dalam neraca pembayaran sebagai debet dan diberi tanda negatif (-)
• Transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak untuk mnerima pembayaran dari penduduk negara lain dan diberi tanda positif (+)
• Transaksi ekspor barang dan jasa, transfer unilateral atau hibah yang diterima dari pihak asing serta arus masuk modal atau aset finansial akan dicatat dalam BOP sebagai kredit (+)
• Transaksi impor berbagai jenis barang dan jasa,transfer unilateral atau hibah yang diberikan kepada pihak asing, serta arus keluar modal yang melibatkan pembayaran kepada pihak asing dicatat sebagai debet(-)

Debet dan Kredit
1.Transaksi kredit (credit transaction)
2.Transaksi debet (debet transaction)
3.Arus masuk modal (capital inflows)
4.Arus keluar modal (capital inflows)


Transaksi ekspor barang dan jasa, penerimaan transfer unilateral, dan arus masuk modal merupakan kredit (+) karena semua trasaksi tersebut mencakup penerimaan pembayaran dari pihak asing. Transaksi impor barang dan jasa, transfer unilateral pada pihak asing, dan arus keluar modal akan tercatat sebagai debet (-) karena semua itu mencakup pembayaran kepada pihak asing

Prinsip pencatatan ganda (double entry bookeeping )
• Setiap transaksi internasional harus dicatat dua kali, yaitu sekali sebagai kredit dan sekali sebagai debet, keduanya dalam jumlah yangpersis sama.
• Alasannya setiap transaksi selalu memiliki dua sisi. Kalau kita menjual sesuatu maka kita akan menerima pembayarannya. Kalau kita memperoleh sesuatu atau membeli sesuatu maka dengan sendirinya kita harus membayar untuk itu.

Contoh:

• Seorang pengusaha Indonesia mengkspor barangsenilai $500
Kredit (+) Debet (-)
- Eksor barang $500
- Arus keluar modal jangka pendek $500

• Seorang warga Indonesia berwisata ke Singapura dan menghabiskan $200 untuk biaya berobat
Krdit (+) Debet (-)
- Biaya wisata $200
- Arus masuk modal jangka pendek $200

Kredit (+) Debet (-)
- Transfer dari TKI $100
- Arus masuk modal jangka pendek $100

Kredit (+) Debet (+)
- Arus keluar modal jangka panjang $400
- Arus masuk modal jangka pendek $400

• Seorang investor asing membeli SBI sebesar $300
Kredit (+) Debet (-)
- Arus modal jangka pendek (pembelian SBI olehinvestor asing) $300
- Arus keluar modal jangka pendek (pengurangan saldo pada rekening bank di
Indonesia) $300


Neraca Pembayaran Indonesia (berdasarkan contoh-contoh sebelumnya)








Transaksi berjalan dan neraca modal
• Ada dua jenis transaksi:
– Ekspor atau impor barang dan jasa transaksi berjalan (current account )
– Pembelian atau penjualan asset transaksi modal dan finansial (capital and financial account).

Transaksi berjalan (current account )
• Meliputi transaksi ekspor dan impor barang dan jasa
• Ekspor barang meliputi:
– non migas (produk mineral, mesin dan pesawat mekanik, perlengkapan elektronik dan bagiannya, tekstil dan barang tekstil dll) dan
– migas
• Impor barang :
– Non migas
– migas
• Ekspor jasa (bersih) meliputi penjualan jasa angkutan, turisme, asuransi
• Pendapatan (bersih):
– Tenaga kerja
– Investasi:
• Langsung
• Portofolio
• Lainnya
• Transfer (bersih)
– Pemerintah
– Sektor lainnya (dari tenaga kerja dan lainnya)

Transaksi berjalan dan pendapatan nasional

Y = C + I + G + (X-M)
Bila (X-M) > 0 berarti transaksi berjalansurplus, Y > (C + I + G) suatu negara menghasilkan lebih banyak dariyang digunakanBila (X-M)<0, berarti transaksi berjalan defisit,
berarti pengeluaran negara itulebih besar dari pendapatannya

Transaksi Modal dan Finansial (Capital and Financial Account )

– Transaksi modal dan finansial merupakan bagian BOP yang mencatat semua jual beli internasional atas berbagai aset. Beli aset = impor, jual aset =ekspor. Selisih antara ekspor dan impor aset dari suatu negara disebut (saldo) transaksi modal danfinansial.
– Meliputi:
•Transaksi modal
•Transaksi finansial
– Investasi langsung
– Investasi portofolio
– Investasi lainnya



Selisih Perhitungan (SelisihStatistik), Errors and Omissions

 Rekening ini adalah rekening penyeimbang apabila nilai transaksi kredittidak sama persis dengan nilai transaksidebet.

Neraca Pembayaran Indonesia
 Penyusunan NPI didasarkan pada Balance of Payments Manual yang diterbitkan oleh IMF.
 NPI memuat statistik mengenai transaksi ekonomiyang dilakukan antar penduduk Indonesia denganbukan penduduk dalam suatu periode tertentu•Transaksi ekonomi adalah pertukaran nilai ekonomidari satu unit ekonomi kepada unit ekonomi lainnya yang meliputi:
a) Pertukaran barang dan jasa dengan “financial items” (misalnya uang tunai, wesel, dan surat-surat berharga,\
b) Barter
c) Pertukaran antar “ financial items”
d) Pemberian atau penerimaan barang, jasa atau “financialitems” tanpa imbalan

Transaksi Berjalan
•Barang
•Jasa-jasa
•Pendapatan: –Tenaga kerja ,–Investasi
•Langsung
•Portofolio
•Lainnya
•Transfer:
1.Pemerintah
2.Sektor lainnya:
a.TKI
b.Lainnya

Transaksi modal dan finansial
•Transaksi modal
•Transaksi finansial
–Investasi langsung
•Ke luar negeri
•Di Indonesia
–Investasi portofolio
–Investasi lainnya

Komoditas ekspor andalan nonmigas Indonesia
•Produk mineral
•Mesin dan pesawat mekanik, perlengkapan elektronik dan bagiannya
•Tekstil dan barang tekstil
•Logam tidak mulia dan barang terbuat dari logam tidak mulia
•Plastik, karet dan barang terbuat dari plastik dan karet
•Lemak, minyak dan malam

Negara tujuan ekspor non migasutama
•Asia: Jepang, Singapura, RRC, Malaysia, India
•Amerika:AS
•Eropa: MEE (Belanda, Jerman, Inggris)

Komoditas impor utama non migas

•Mesin dan pesawat mekanik, perlengkapan elektronik dan bagiannya
•Logam tidak mulia dan barang dibuat dari logam tidak mulia
•Produk industri kimia dan industri sejenis
•Kendaraan, pesawat terbang dan kendaraan dan perlengkapannya
•Tekstil dan barang tekstil

Negara asal impor utama nonmigas
•Asia: Singapura, Jepang, RRC
•Amerika: AS
•Eropa: Jerman, Perancis

Beberapa karakteristik perekonomian Indonesia dilhat asepek ekonomi internasional (2006-2008)
•(X-M) barang selalu positif/surplus
•(X-M) jasa selalu negatif/deficit
•Surplus (X-M) barang>defisit (X-M) jasa sebagai akibat dari:
– Transportasi bersih: negatif
– Perjalanan bersih: negatif
– Jasa-jasa lainnya bersih: negatif
•Pendapatan bersih selalu negatif, akibat dari:
– Kompensasi tenaga kerja bersih: negatif
– Pendapatan investasi bersih: negatif
•Transfer berjalan bersih: positif
•(Surplus (X-M) barang + surplus transfer berjalan) > total (defisit (X-M) jasa + defisit pendapatan) transaksi berjalan surplus

Ketidakseimbangan dalam Sistem Kurs Tetap dan Sistem Kurs Mengambang











AS sebagai negara pengutang terbesar dunia

Keuntungan:
•Dapat membiayai separoh defisit anggaranPem. Federal, tanpa meningkatkan sukubunga/mengganggu arus investasi swasta
•Kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi
•Menciptakan 2,5 juta lapangan kerja baruselama dasawarsa 1980an
•Berkembangnya teknik-teknik manajemen baruyang lebih efisien dari luar negeri

Kerugian:
•Investasi asing tidak selamanya untukkepentingan produktif tapi untuk konsumsi beban tambahan perekonomian AS
•Investor asing setiap saat dapat mencabutinvestasinya krisis finansial dan lonjakansuku bunga yang hebat
•Menyedot sumber daya internasional darinegara-negara lain
•Menyadap dan merebut teknologi maju AS

Net Barter TOT (N)

• N = Px /Pm

Px = indeks harga ekspor
Pm = indeks harga impor

• Bila Negara 1 mengekspor komoditas X dan mengimpor komditas Y, maka TOT Negara 1 disimbulkan oleh PX/PY. Contoh sebelumnya PX/PY= PB = 1 atau 100 (dalampersen)
• Bila Negara 1 mengekspor dan mengimpor berbagai macam komoditas dalam waktu bersamaan maka PX merupakan indeks dari harga-harga ekspornya,sedangkan PY akan berfungsi sebagai indeks harga-harga komoditas impornya
• Mengingat Negara 2 mengekspor komoditas Y dan mengimpor komoditas X, maka TOTnya adalah PY/PX yang merupakan kebalikan TOT Negara 1 dan juga sama dengan 1 atau 100 (dalam persen)

Tugas 1 Softskill

Tugas Akuntansi Internasional (softskill)
Nama : Erika
Npm : 20208449
Kelas : 4eb13

Kurs Mata Uang Asing

Pengambilan Tanggal 12 March 2012
Negara Kurs jual kurs beli

Dollar Singapura 7,309.25 7,231.61
Dollar Australia 9,693.92 9,594.31
Dollar Amerika 9,206.00 9,114.00
Dollar Hongkong 1,186.75 1,174.74
Poundsterling Inggris 14,427.64 14,277.08

Kasus

1. Nona Sasya mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$1.000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000. Kurs jual US$1 = Rp7.200,00 dan ¥1 = Rp240,00; sedangkan kurs beli US$1 = Rp7.000,00 dan ¥1 = Rp250,00. Berapa rupiah uang yang akan diterima Nona Sasya?
Jawab:
 US$ 1.000 x 7.000 = Rp. 7.000.000
 ¥5.000 x 250 = Rp. 1.250.000
Rp. 7.000.000 + Rp 1.250.000 = Rp. 8.250.000
Jadi rupiah uang yang diterima Nona Sasya sebanyak Rp. 8250.000

2. Jika Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp10.080.000,00, kemudian ia ingin menukarkannya dengan lima mata uang yang saudara pilih, berapa yang akan ia peroleh?
Jawab:

 Singapura (kurs jual : 7,309.25)
Rp. 10.080.000/7,309.25 = 1,379.07

 Australia (kurs jual : 9,693.92)
Rp. 10.080.000/9,693.92 = 1,039.83

 Amerika (kurs jual : 9,206.00)
Rp. 10.080.000 /9,206.00 = 1,094.94

 Hongkong (kurs jual : 1,186.75)
Rp. 10.080.000/1,186.75 = 8,493.79

 Inggris (kurs jual : 14,427.64)
Rp. 10.080.000 / 14,427.64 = 698.66


3. Tn. Michael akan pergi ke lima negara (Disesuaikan dengan pemilihan mata uang negara masing-masing individu). Ia mempunyai uang sebesar Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Hari ini ia datang ke bursa valas untuk menukarkan uangnya (rupiah).


Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa valas adalah sebagai berikut.
Kurs jual : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs Beli : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa yang diterima Tn. Michael dari bursa valas?
Jawab:

 Singapura (kurs jual : 7,309.25)
Rp. 200.000.000/7,309.25 = 27,362.59

 Australia (kurs jual : 9,693.92)
Rp. 200.000.000/9,396.92 = 20,631.49

 Amerika (kurs jual : 9,206.00)
Rp. 200.000.000 / 9,206.00 = 21,724.96

 Hongkong (kurs jual : 1,186.75)
Rp. 200.000.000 / 1,186.75 = 168,527.49


 Inggris (kurs jual : 14,427.64)
Rp. 200.000.000 / 14,427.64 = 13,862.28


4. Sepulang dari lima negara tersebut, Tn. Michael memiliki sisa uang sebanyak 1000 untuk masing-masing mata uang. Ia datang lagi ke bursa valas untuk menukarkan uang dolarnya dengan uang rupiah. Pada saat itu kurs yang berlaku di bursa sebagai berikut.
Kurs jual : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Kurs Beli : Tergantung pemilihan mata uang masing-masing
Berapa rupiah Tn. Michael akan menerima hasil penukaran di bursa valas tersebut?
Jawab:
 Dollar Singapura terhadap Rupiah Indonesia
Kurs jual : 7392.80
Kurs beli : 7165.80
1000 x 7165.80 = Rp. 7.165.800

 Dollar Australia terhadap Rupiah Indonesia
Kurs jual : 9820.05
Kurs beli : 9519.05
1000 x 9519.05 = Rp. 9.519.050

 Dollar Amerika terhadap Rupiah Indonesia
Kurs jual : 9300.00
Kurs beli : 9050.00
1000 x 9050.00 = Rp. 9.050.000

 Dollar Hongkong terhadap Rupiah Indonesia
Kurs jual : 1195.65
Kurs beli : 1165.55
1000 x 1165.55 = Rp. 1.165.550

 Poundsterling Inggris terhadap Rupiah Indonesia
Kurs jual : 14617.25
Kurs beli : 14187.25
1000 x 14187.25 = Rp. 14.187.250

• Rp. 7.165.800 + Rp. 9.519.050 + Rp. 9.050.000 + Rp. 1.165.550 + Rp. 14.187.250 =
Rp. 41.087.650
Jadi Rupiah yang diterima Tn. Michael Rp. 41.087.650